Bangun pagi untuk kerja, pulang malam masih harus buka laptop buat tugas. Akhir pekan bukan buat healing, tapi kejar deadline. Buat kamu yang sedang atau berencana kuliah sambil kerja, skenario ini pasti terdengar sangat familiar.
Pertanyaannya sederhana: kuliah sambil kerja itu capek, iya. Tapi worth it nggak sih?
Jawabannya: bisa sangat worth it kalau dijalani dengan cara yang tepat.
Di era sekarang, semakin banyak mahasiswa dan profesional muda yang memilih jalur ini. Alasannya beragam: ingin mandiri secara finansial, mempercepat jenjang karier, atau memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Namun di balik semua manfaat itu, tentu ada tantangan nyata yang perlu dipahami sejak awal.
Kenapa Banyak Orang Memilih Kuliah Sambil Kerja?
Bukan tanpa alasan pilihan ini makin populer. Berikut beberapa manfaat yang paling sering dirasakan:
1. Pengalaman Nyata + Ilmu Teori Jalan Bareng
Apa yang kamu pelajari di kelas bisa langsung kamu terapkan di dunia kerja. Sebaliknya, masalah di kantor bisa jadi bahan diskusi di perkuliahan. Kombinasi ini bikin proses belajar terasa lebih hidup dan relevan.
2. CV Jadi Lebih Kuat
Saat lulus nanti, kamu tidak hanya membawa ijazah, tapi juga pengalaman kerja. Ini nilai tambah besar di mata recruiter, apalagi kalau bidang kerja sejalan dengan jurusan kuliahmu.
3. Lebih Mandiri Secara Finansial
Kuliah sambil kerja membantu mengurangi beban biaya pendidikan sekaligus melatih kemandirian. Banyak yang akhirnya bisa membiayai kuliahnya sendiri atau setidaknya tidak sepenuhnya bergantung pada orang tua.
4. Mental Lebih Terlatih
Manajemen waktu, tanggung jawab, dan daya tahan mentalmu akan terasah. Tanpa sadar, kamu sedang membangun karakter profesional sejak dini.
Tapi Jujur Aja… Tantangannya Juga Nyata
Di balik manfaatnya, kuliah sambil kerja bukan jalan yang selalu mulus.
Waktu istirahat berkurang, energi terkuras, dan kadang muncul rasa ingin menyerah. Belum lagi saat tugas kuliah menumpuk bersamaan dengan deadline kantor, rasanya ingin menghilang sebentar dari dunia.
Kalau tidak pandai mengatur waktu, performa salah satunya bisa menurun: entah kuliah jadi asal-asalan, atau kerja jadi kurang maksimal.
Karena itu, pilihan ini butuh kesiapan mental, disiplin, dan sistem yang mendukung.
Tips Menjalani Kuliah Sambil Kerja Agar Tetap Seimbang
Kalau kamu serius ingin menjalani dua peran ini, beberapa hal berikut bisa membantu:
- Pilih program kuliah yang fleksibel, misalnya kelas online atau blended learning.
- Buat jadwal realistis antara kerja, belajar, dan istirahat.
- Komunikasikan kondisimu ke atasan dan dosen bila memungkinkan.
- Jaga kesehatan karena burnout itu nyata.
- Jangan lupa beri self-reward kecil saat berhasil melewati minggu berat (kopi favorit juga boleh, asal jangan tiap hari 😄).
Yang paling penting: ingat kembali alasan kenapa kamu memulai.
Jadi, Worth It atau Tidak?
Kuliah sambil kerja memang capek. Tapi buat banyak orang, hasilnya sepadan.
Kamu berkembang secara akademik sekaligus profesional. Kamu belajar mengelola waktu, tekanan, dan tanggung jawab. Dan ketika akhirnya lulus, kamu sudah selangkah lebih siap menghadapi dunia kerja dibanding mereka yang baru mulai dari nol.
Selama kamu memilih program yang tepat dan punya komitmen kuat, kuliah sambil kerja bukan sekadar perjuangan tapi investasi masa depan.
Siap Naik Level Pendidikan Tanpa Harus Pause Karier?
Kalau kamu ingin melanjutkan studi tanpa meninggalkan pekerjaan, CBN Education siap membantu menemukan program kuliah fleksibel, termasuk jalur internasional yang bisa ditempuh secara online atau hybrid.
Ayo, persiapkan masa depan cemerlangmu bersama CBN Education!
📞 Telepon / WhatsApp: 0812-2681-0908
📧 Email: commerce@cbnfoundation.id
🌐 Website: www.cbnfoundation.id
Kami percaya, pendidikan terbaik adalah yang bisa berjalan seiring dengan kehidupanmu hari ini, bukan yang memaksamu berhenti melangkah.




