S2 atau Kerja Dulu? Jangan Asal Pilih, Ini Pertimbangannya | CBN Education

Facebook
WhatsApp
Email

Lulus S1 sering kali bukan akhir perjuangan justru awal dari fase baru yang penuh pertanyaan. Salah satu yang paling sering muncul adalah: “Mending S2 dulu atau langsung kerja, ya?”

Kalau kamu sedang ada di fase ini, tenang kamu tidak sendirian. Banyak mahasiswa dan fresh graduate merasakan kebingungan yang sama. Kabar baiknya, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Yang ada hanyalah pilihan yang paling sesuai dengan kondisi, tujuan, dan kesiapanmu saat ini.

Supaya kamu tidak asal memilih, yuk bahas beberapa pertimbangan penting sebelum menentukan langkah berikutnya.

1. Kenali Tujuan Jangka Panjangmu

Coba tanyakan pada diri sendiri: kamu ingin berada di posisi apa 5–10 tahun ke depan?

Kalau kamu menargetkan karier di bidang akademik, riset, atau posisi manajerial tertentu, gelar S2 bisa menjadi investasi penting sejak awal. Tapi kalau tujuanmu adalah membangun pengalaman profesional, memperluas jaringan, atau langsung terjun ke industri, bekerja dulu juga pilihan yang sangat masuk akal.

Saat tujuan hidupmu mulai jelas, keputusan akan terasa jauh lebih ringan.

2. Pertimbangkan Kondisi Finansial

Kita juga perlu realistis. Melanjutkan S2 tentu membutuhkan biaya, waktu, dan komitmen. Di sisi lain, bekerja lebih dulu bisa membantu kamu menabung, mandiri secara finansial, bahkan membiayai studi lanjut dari hasil kerja sendiri.

Namun sekarang, kuliah S2 tidak selalu harus mahal atau full-time di kampus. Ada banyak program internasional yang fleksibel bahkan bisa ditempuh secara online sehingga memungkinkan kamu kuliah sambil tetap bekerja.

3. Lihat Kesiapan Mental dan Akademik

S2 bukan sekadar “lanjutan S1”. Ritmenya lebih cepat, tugasnya lebih mandiri, dan tuntutan berpikir kritis jauh lebih tinggi.

Kalau kamu masih merasa lelah secara mental setelah S1, mengambil jeda dengan bekerja dulu bisa jadi pilihan sehat. Tapi kalau kamu sedang berada di momentum semangat belajar yang tinggi, melanjutkan S2 langsung juga bisa sangat efektif.

Intinya: dengarkan diri sendiri, bukan tekanan sekitar.

4. Pengalaman Kerja Juga Punya Nilai Besar

Bekerja lebih dulu memberi kamu banyak pelajaran yang tidak selalu didapat di ruang kelas: komunikasi profesional, manajemen waktu, problem solving nyata, hingga memahami budaya kerja.

Bahkan, bagi sebagian orang, pengalaman kerja justru membuat mereka lebih matang saat akhirnya mengambil S2 karena sudah tahu bidang apa yang ingin diperdalam dan tujuan studinya jadi lebih spesifik.

5. Ingat: Tidak Harus Hitam Putih

Pilihanmu tidak harus ekstrem: kuliah penuh waktu atau kerja penuh waktu. Sekarang ada opsi hybrid kuliah S2 sambil bekerja, terutama lewat program internasional berbasis online atau blended learning.

Dengan model ini, kamu bisa tetap membangun karier sambil meningkatkan kualifikasi akademik. Fleksibel, hemat waktu, dan tetap relevan dengan dunia kerja.

Jadi, S2 Dulu atau Kerja Dulu?

Jawabannya kembali ke kamu.

Tidak semua orang harus S2 cepat-cepat. Tidak juga semua orang wajib kerja dulu. Yang terpenting adalah kamu sadar alasan di balik pilihanmu, bukan sekadar ikut arus teman atau tuntutan lingkungan. Apapun jalannya, pastikan itu selaras dengan tujuan hidupmu, kondisi saat ini, dan rencana masa depanmu.


Siap Melangkah Lebih Jauh?

Kalau kamu tertarik melanjutkan studi S2 termasuk program internasional yang fleksibel dan bisa ditempuh sambil bekerja CBN Education siap membantu dari tahap konsultasi hingga proses pendaftaran.

Ayo, persiapkan masa depan cemerlangmu bersama CBN Education!

📞 Telepon / WhatsApp: 0812-2681-0908
📧 Email: commerce@cbnfoundation.id
🌐 Website: www.cbnfoundation.id

Kami siap jadi partner perjalanan pendidikanmu, karena setiap mimpi besar pantas mendapat pendampingan yang tepat.

Scroll to Top